Perumdam Batiwakkal Paparkan Kendala Belum Tercapainya Pemasangan 25 Ribu Sambungan Rumah

img

POSKOTAKALTIMNEWS,BERAU Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Munum (PERUMDAM) Batiwakkal, Saipul Rahman, mengungkap soal belum tercapainya target pemasangan 25 ribu Sambugan Rumah (SR) hingga 2024. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala utama.  Diantaranya keterbatasan Kabel Produksi untuk mengimbangi jumlah perkembangan penduduk dan juga keterbatasan pemasangan jaringan dalam menjawab ulangan baru, kemudian masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membayar biaya pemasangan  SR sebesar  Rp 2.738.000.

 

“3 kendala inilah yang kami hadapi,  membuat kami masih belum bisa mewujudkan target pemasangan SR,” ungkap Saipul Rahman saat kegiatan Sosialisasi dan Silaturahmi Dewas, Keluarga Besar Perumdam Batiwakkal bersama Forum RT yang dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Selaku KPM, di Taman Perumdam Jalan Raja Alam, beberapa waktu lalu.

 

Lebih lanjut dijelaskan Saipul Rahman, keterbatasan jaringan untuk menjawab ulangan baru  sebenarnya sedang berproses. Pasalnya Pemkab Berau sudah mendorong cukup besar anggaran dari Dinas PUPR  Berau, dalam mendorong kinerja Perumdam Batiwakkal melayani wilayah-wilayah yang baru. 

 

“Tapi masih lebih besar kebutuhan masyarakat yang harus kita penuhi dibandingkan anggaran yang tersedia. Hal ini membuat masih belum bisa menjawab semuanya,” terang Saipul Rahman.

 

Begitupun masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membayar biaya pemasangan tambah  Saipul Rahman, sebenarnya mau menggratiskan tapi apa daya.  Audit  di tahun 2020 yang lalu itu biaya operasional Perumdam Batiwakkal satu kubik 4.900 sementara Berau hanya  4.700.

 

“Kita bisa menutupinya dan bahkan tetap laba dan mendapat untung ya dari  pemasangan Sambungan Baru (SR),”ujarnya lagi.

 

Saipul Rahman mengatakan ini jadi simalakama mau enggak mau tetap memberikan solusi kepada masyarakat untuk bisa menanggulangi hal ini.  Mungkin pengalaman  yang dicoba tawarkan adalah bagaimana kemudahan memasang SR kepada masyarakat dengan cicilan yang mungkin di tempat lain jarang atau bahkan hampir tidak ada.

 

Sementara itu Bupati Berau Sri Juniarsih sekaligus KPM, mengatakan dengan usia menjabat hanya 3,5  tahun, itu adalah usia yang sangat belia yang belum bisa melakukan banyak hal yang maksimal.

 

“Namun dari semua yang sudah kami lakukan, bisa terlihat hasilnya dari 3,5 tahun kami bertugas. Karena itu kami mohon doa dan restunya supaya program kerja tersebut tetapi bisa kita lanjutkan kedepannya,” kata Sri Juniarsih.

 

Perumdam Batiwakkal sendiri tambahnya berhasil mendapatkan penghargaan  Top BUMD  Tahun 2024, penerimaannya langsung didampinginya. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan  ditingkatkan lebih baik lagi, sebaiknya memang prestasi bukan hanya  dikejar tetapi prestasi ini wujud dari kinerja.

 

“Jadi prestasi itu adalah wujud dari kinerja kita, sementara prestasi penghargaan itu hanyalah simbol saja. Tetapi simbol inilah yang menunjukkan bahwa kami bekerja untuk masyarakat termasuk pelayanan,” ujar Bupati.

Kemudian  laporan hasil audit kinerja BPKP Tahun 2022 Perumdam Batiwakal juga  memperoleh nilai tertinggi se-Kalimantan Timur dengan nilai 3,795 kategori sehat dan meningkat hasil kinerja BPKP tahun 2023 senilai 3,950  peningkatannya cukup signifikan dan hasil dari audit BKP tahun 2023 menyatakan laba perusahaan sebesar 5,27 miliar. (sep/FN)